Pages

Pramuka Harus Menatap ke Depan

Salah satu foto dalam Peringatan Hari Pramuka Ke-51 Tahun 2012.

Pramuka Harus Menatap ke Depan

Sebagai seorang pramuka, kita harus selalu menatap masa depan yang lebih cerah.

SBY Memakai Pakaian Pramuka

Sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan, Bpk. SBY sangat sibuk, tetapi beliau mau menggunakan pakaian pramuka disela-sela HUT Pramuka.

Kamis, 11 Oktober 2012

Desain Grafis yang Bagus Tentang Raimuna Pramuka Penegak Pandega di Papua

Belum punya Kaos Pramuka ala Distro ???
Buruan Koleksi,
Cek disini.
Cepetttt. . . .Nanti kehabisan lho 




Sumber : raimunanasional2012.org

Rabu, 10 Oktober 2012

Wakil Presiden Boediono Secara Resmi Membuka Raimuna Nasional di Papua

Jayapura - Wakil Presiden RI Boeiono, Rabu pagi, membuka Raimuna Pramuka Nasional ke-10 yang digelar di Buper Phokela Waena, distrik Heram, Kota Jayapura, Papua.

Wapres tiba bersama rombongan di Buper Phokela sekitar pukul 10.15 WITA, dan disambut oleh penjabat Gubernur Papua, Saymsul Arief Rivai, Sekda Constan Karma, Waka Polda Papua, Paulus Waterpau dan ketua Kwarnas Pramuka, Azrul Azwas yang telah tiba beberapa jam sebelumnya.

Nyari Kaos Distro ala Pramuka ??

Cek aja disini. . . .
Cepet, nanti kehabisan lho

Selain itu, Wapres Boediono juga disambut secara adat oleh belasan penari yang terdiri dari putra dan putri yang membawakan tari Raimuna asal Kabupaten Yapen. Dengan menginjakan kaki di piring batu yang disuguhkan oleh salah seorang penari, sebagai tanda kehormatan kepada pejabat negara.

Dalam sambutanya, Wapres menyampaikan bahwa anak-anak Pramuka merupakan masa depan bangsa dan kelak akan menjadi pemimpin.

"Kelak nanti anak-anak Pramuka akan menjadi pemimpin bangsa," katanya.

Wapres Boediono juga sempat melakukan penanaman pohon di Buper Phokela dan melihat atraksi 1.000 lebih penari yang terdiri dari beberapa bagian.

Seperti tarian kolosal bendera merah-putih, tarian kecak dan tarian pergaulan Yosim Pancar yang dibawakan oleh anak-anak Pramuka dari berbagai tanah air.

Raimuna Pramuka Nasional ke-10, telah berlangsung sejak 8 Oktober lalu, namun baru dibuka secara resmi oleh Wapres RI Boediono pada Rabu. Raimuna akan berakhir pada 15 Oktober mendatang.

Sumber : adf.ly

Selasa, 09 Oktober 2012

Foto Raimuna Nasional, Kapak Kebulatan Tekad


Mau kaos ala Pramuka ???
Yang bisa di pake sehari-hari ??
Kami ada, cek aja disini. . . .
Ceeepeet. . .keburu kehaabisan, , , ,


Jayapura (8/10), Kampak kebulatan tekad untuk bersama mensukseskan Raimuna Nasional 2012 sudah ditamcapkan, genderang Raimuna Nasional X Tahun mulai kita tabuhkan. Semoga kegiatan dapat berjalan lancar.

Sumber : www.facebook.com

Senin, 08 Oktober 2012

Wapres buka Raimuna Nasional X pada 10 Oktober

Jayapura (ANTARA News) - Wakil Presiden Boediono dijadwalkan membuka Raimuna Nasional (Rainas) X Gerakan Pramuka yang akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cenderawasih Waena, Jayapura, 10 Oktober 2012.

Ketua Panitia Rainas X Constan Karma kepada wartawan di Jayapura, Jumat mengatakan bahwa Wapres Boediono selama di Jayapura hanya akan membuka Raimuna X dan setelah itu langsung kembali ke Jakarta.

Rainas, kata Karma yang menjabat Sekda Papua itu, dilaksanakan mulai 8 hingga 15 Oktober, walaupun baru dibuka secara resmi pada 10 Oktober.

Menurut dia, saat ini para peserta dari seluruh Indonesia sudah mulai berdatangan baik menggunakan kapal laut maupun pesawat udara.

NYARI PERLENGKAPAN PRAMUKA YANG FASIONABLE ???
NYARI AJA DISINI. . . . 
AYO CEPETAN, JANGAN SAMPAI KEHABISAN . . . .!!!

Saat ini sekitar seribu peserta sudah berada di Buper Cenderawasih, sekitar 30 km dari Kota Jayapura.

Ketika ditanya tentang persiapan di kawasan Buper, Karma mengakui, saat ini sudah tahap finishing akibat penundaan beberapa atap bangunan yang menjadi tempat tinggal para peserta selama mengikuti Rainas.

"Kami memang menggunakan pondok yang beratap daun sagu sebagai pengganti tenda," kata Karma seraya menambahkan pihaknya menyiapkan 800 pondok yang satu pondoknya dapat dihuni delapan orang.

Sumber  : www.facebook.com

Kamis, 06 September 2012

Membaca Fenomena Alam dan Cuaca bagi seorang Pramuka

Pada dasarnya alam diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa dengan berbagai macam bentuk dan keunikan masing-masing. Sehingga dengan keindahan alam itulah manusia dapat bersyukur dan melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan Yang Maha Esa.

Alam mempunyai karakteristik yang berbeda pada suatu daerah dengan daerah yang lainnya. Alam juga mempunyai tanda-tanda yang khas, yang apabila satu tanda dihubungkan dengan tanda yang lainnya akan menimbulkan suatu kesimpulan tertentu yang dapat bermanfaat untuk manusia. Misalkan saja awan terlihat gelap dan bergerak, itu pertanda bahwa akan segera turun hujan, Tuhan benar-benar telah menunjukkan kebesarannya.

Sebagai seorang Pramuka kita harus pandai-pandai membaca tanda-tanda alam di sekitar kita, karena dengan begitu seorang Pramuka dapat membuat suatu keputusan apa yang harus dilakukannya saat itu. Kemampuan untuk membaca suatu tanda-tanda itu disebut dengan Deduksi.

Pada artikel ini penulis akan memaparkan beberapa keadaan alam yang dapat diprediksi oleh manusia.

1. Memprediksi Cuaca
Dalam suatu kegiatan Kepramukaan, keadaan cuaca sangat menentukan lancar atau tidaknya suatu aktivitas. Cuaca yang cerah tentu saja sangat cocok untuk kegiatan di luar ruangan. Untuk memprediksi cuaca, kita dapat membacanya melalui keadaan langit, awan, angin dan perilaku binatang-binatang yang ada di sekitar kita.

Nyari Kompas buat nentuin arah ???
atau nyari perlengkapan yang lain ??
Coba ja disini
Pasti ada !!!

Burung-burung berkicau dan bersahutan di pagi hari, pertanda cuaca akan cerah.
Burung walet terbang sangat tinggi, pertanda cuaca akan cerah, sebaliknya apabila burung walet terbang terbang rendah dan berkelompok pertanda akan turun hujan.
Semut-semut akan berlindung di dalam sarangnya apabila cuaca akan turun hujan, semut akan berjalan kesana kemari mencari makan di permukaan tanah pertanda cuaca akan cerah.
Ulat, kupu-kupu dan beberapa serangga sejenis akan berlindung di bawah daun apabila akan turun hujan.
Awan gelap yang bergerak ke arah kita berdiri berarti hujan akan segera turun di lokasi kita berdiri.
Jika berada di daerah pinggir sungai dataran rendah, perhatikan angin yang berhembus. Angin yang dingin yang mengandung air dan air sungai yang keruh pertanda hujan sudah turun di hulu sungai.
Ayam berteduh pada saat hujan pertanda hujan akan berlangsung lama, apabila ayam tetap mencari makan meski saat hujan, pertanda hujan akan berlangsung sebentar saja.

2. Memprediksi Bencana Alam

Air laut yang surut terlalu jauh tidak seperti biasanya dan didahului dengan gempa bumi, pertanda akan terjadi gelombang tsunami, segeralah berlari menuju tempat yang tinggi.
Monyet-monyet akan turun dari gunung secara beramai-ramai pertanda gunung akan meletus.
Burung-burung terbang tak beraturan pertanda akan terjadi bencana alam, bisa kebakaran hutan, gempa bumi atau gunung meletus.
Anjing-anjing yang menyalak dan panik tidak seperti keadaan biasanya pertanda akan terjadi bahaya, kemungkinan adalah gempa bumi.

3. Memprediksi Arah (Tanpa Kompas)
Ada banyak cara yang dapat digunakan oleh Pramuka untuk menentukan arah, tentu saja apabila kondisi kita dalam keadaan darurat dan tidak membawa kompas.

Dahan pohon yang berlumut menunjukkan arah barat, karena pada bagian pohon sebelah barat jarang mendapat sinar matahari.
Bunga-bunga tumbuh condong ke arah matahari, yaitu adalah ke arah timur.
Matahari selalu terbit dari arah timur.
Menentukan arah dengan kompas buatan dari jarum yang ujungnya digosokkan pada ujung magnet.
Jika di perkampungan, masjid dapat menentukan arah barat (wilayah Indonesia)
Jika di pemakaman, letak batu nisan dapat digunakan sebagai penentu arah utara.

Demikian sedikit pengetahuan tentang membaca fenomena alam, semoga dapat kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber pasukan-kusumayudha.blogspot.com

Rabu, 05 September 2012

Peserta Didik Pramuka

Anggota Biasa:

Anggota biasa terdiri atas anggota muda, anggota dewasa muda dan anggota dewasa.

Anggota Muda terdiri atas :

1. Siaga
Yaitu Anggota Gerakan Pramuka yang berusia 7 sampai dengan 10 tahun. Biasa disingkat dengan huruf S atau dilambangkan dengan kode warna Hijau. Siaga umumnya adalah kelas 2 sampai dengan kelas5 Sekolah Dasar.

2. Penggalang
Yaitu anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 11 sampai dengan 15 tahun. Biasa disingkat dengan huruf G atau dilambangkan dengan kode warna Merah. Penggalang umumnya adalah siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar atau siswa Sekolah Menengah Pertama.

3. Penegak
Yaitu anggota Gerakan Pramuka yang berusia antara 16 sampai dengan 20 tahun. Biasa disingkat dengan huruf T atau dilambangkan dengan kode warna Kuning. Penegak umumnya adalah siswa Sekolah Menengan Atas.

Anggota Dewasa Muda
Anggota dewasa muda adalah Pramuka Pandega yaitu anggota Gerakan Pramuka yang berusia 21 sampai dengan 25 Tahun dan belum menikah. Pandega merupakan anggota Racana (Gerakan Pramuka yang diselenggarakan di tingkat Perguruan Tinggi).

Kalo Nyari Perlengkapan Pramuka, 
Di Toko Kami aja...

Anggota Dewasa
Anggota Dewasa terdiri atas:

Pembina Pramuka.
Pelatih Pembina Pramuka.
Pembina Profesional.
Pamong Saka dan Instruktur Saka.
Pimpinan Saka.
Andalan.
Anggota Majelis Pembimbing.

Anggota Kehormatan
Orang yang berjasa pada Pramuka.
Simpatisan Gerakan Pramuka.

Sumber www.pramuka.or.id

Selasa, 04 September 2012

Anggota Pramuka Bantu Pemadaman Api di Gunung Walat

Puluhan anggota pramuka yang tergabung Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/9) disiagakan di kawasan hutan Pinus Gunung Walat. Penyiagaan anggota pramuka yang tergabung Pengurus Besar (PB) Pramuka Peduli dilakukan untuk membantu proses pemadaman kobaran api yang melululhlantakan puuhan hektare hutan pinus Gunung Walat di Kedusunan Benda, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

“Kami telah menyiagakan anggota pramuka peduli untuk membantu tentara, polisi dan warga memadamkan api di Gunung Walat. Bahkan sehari sebelumnya, kami ikut serta menurunkan puluhan anggota pramuka untuk ikut membantu evakuasi warga dan pemadaman api,” kata Ketua Pengurus Besar Peduli Pramuka Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Sukabumi, Didin Sumanto.

Sumber www.pikiran-rakyat.com