Pages

Pramuka Harus Menatap ke Depan

Salah satu foto dalam Peringatan Hari Pramuka Ke-51 Tahun 2012.

Pramuka Harus Menatap ke Depan

Sebagai seorang pramuka, kita harus selalu menatap masa depan yang lebih cerah.

SBY Memakai Pakaian Pramuka

Sebagai Kepala Negara dan Pemerintahan, Bpk. SBY sangat sibuk, tetapi beliau mau menggunakan pakaian pramuka disela-sela HUT Pramuka.

Minggu, 23 Juni 2013

SERDADU INGGRIS ASAL INDIA YANG MEMBELOT DI SURABAYA


Kopral Mir Khan, salah seorang serdadu dari British Indian Army mengaku kerap galau setiap ia berkesempatan berhadapan dengan pejuang-pejuang di Surabaya di medan tempur, ia selalu mendengar teriakan “Allahu Akbar". Hal yang sama juga dirasakan oleh prajurit muslim British Indians Army lainnya. Kegalauan itulah yang kemudian membuat mereka nekad untuk membelot (desersi) dan bergabung dengan para pejuang. Menurut catatan sumber Inggris, sekitar 300 serdadu muslim India diperkirakan membelot dan bergabung dengan para pejuang Surabaya. Foto yang dirilis Imperial Musseum War ini memperlihatkan anak-anak muda India Muslim yang tengah menyerahkan diri ke pihak Republik.

Sumber : Hendi Jo

Sabtu, 22 Juni 2013

INILAH TIM SEPAKBOLA LEGENDARIS IMPIAN INDONESIA


Ribut-ribut soal PSSI yang politis tapi miskin prestasi itu, saya jadi ingat suatu hari di tahun 1983, ketika saya diajak bapa saya menonton sebuah pertandingan super lucu (karena mainnya memang ga pake aturan dan banyolan habis) antara tim lokal dengan Tim Nasional Indonesia Pelawak di Stadion Badak Putih Cianjur,Jawa Barat. Saya ingat waktu itu, wasit "tak berdaya" sama sekali karena "dikerjain" sama para pelawak2 legendaris itu (celananya dipelorotin-lah), pertandingan berakhir ketika Darto Helem terkapar di tengah lapangan karena kepalanya bocor akibat lemparan tongkol jagung dari seorang penonton yang iseng. "Tega banget sih yang lemparin saya, apakah karena kepala saya memang "merangsang" untuk dilempar,"kata Darto sambil dirawat seorang dokter. Pokonya lucu deh, saya aja yang masih bocah sampai terpingkal-pingkal lihat kelakuan konyol Benyamin, Bagyo, Darto dan kawan-kawannya itu.

Sumber : Hendi Jo

Jumat, 21 Juni 2013

SKETSA SEBUAH PERTEMPURAN DALAM PERANG JAWA


November 1828 adalah hari-hari yang penuh dengan kekalahan demi kekalahan dari militer Belanda atas Pasukan Diponegoro di Pulau Jawa. Hingga akhir 1830, Belanda mengalami rugi 20 juta gulden. Korban nyawa mencakup angka 7000 tentara pribumi (tentara bayaran) dan 8000 bule totok. Di pihak Diponegoro sendiri sekitar 200.000 orang tewas. Konon angka terakhir itu cukup berpengaruh terhadap ketidakimbangan statistik penduduk di pulau Jawa saat itu. Banyak kaum laki-laki yang mati akibat perang. Ini adalah sketsa versi Jawa yang melukiskan suatu pertempuran antara militer Belanda dengan pasukan Diponegoro di kawasan Selarong. Seragam yang dikenakan tentara Belanda mengingatkan saya kepada seragam tempur tentara Amerika Serikat dalam Perang Saudara yang terjadi kira2 sezaman dengan peristiwa itu.

Sumber : Hendi Jo

Kamis, 20 Juni 2013

SATU MCK DENGAN SERDADU BELANDA


Orang-orang bumiputera yang tempat tinggalnya dekat tangsi militer tentara Belanda tak memiliki pilihan lain untuk menyalurkan hajatnya. Mereka mencuci baju, mandi, dan buang hajat "terpaksa" berbagi dengan para serdadu Belanda. Bahkan menurut Johan van Duppre, perempuan-perempuan kampung sekitar tangsi bahkan ada yang menjadi penjual jasa mencuci baju bagi para tentara Belanda. Sebuah pemandangan yang saya ambil dari koleksi foto Flip Peeters (lelaki Belanda yang pernah dikirim ke Indonesia pada 1946-1949 sebagai tenaga tempur). Lokasi dan waktu tidak diketahui dengan pasti.

Sumber : Hendi Jo

Rabu, 19 Juni 2013

PARA BOCAH YANG DIPEKERJAPAKSAKAN OLEH SERDADU BELANDA


Tjikalong Koelon di wilayah Tjiandjoer termasuk "kawasan merah" bagi para serdadu Belanda yang akan berkedudukan di kota Tjiandjoer pada 1946-1949. Konvoi atau patroli mereka sering menjadi sasaran pencegatan oleh para gerilya Republik dari Batalyon “Banteng” ( di bawah Kapten Syahdi) dan Batalyon “Hizbullah” (di bawah Kapten Tabrani). Untuk memotong jalur ke Plered dan Purwakarta, para gerilyawan tak jarang merusak jembatan-jembatan yang sering dilewati konvoi tentara Belanda. Untuk memperbaiki dan mebangunnya kembali, terntara Belanda tak segan-segan memaksa anak-anak di bawah umur untuk bekerja. Inilah pemandangan kegiatan sebagian anak-anak Tjikalong Koelon yang dipaksa dan dimanfaatkan oleh militer Belanda untuk memperbaiki jembatan-jembatan yang dirusak para gerilyawan tersebut. Foto diambil pada 1947 oleh fotografer bernama C.J. (Cees) Taillie, dan foto ini sekarang menjadi koleksi Tropen Museum, Belanda dengan No. TMnr_10029109.

Sumber : Hendi Jo

Selasa, 18 Juni 2013

PRESIDEN AMERIKA SERIKAT PALING DEKAT DENGAN BUNG KARNO


John Fitzgerald Kennedy adalah presiden negara Paman Sam paling akrab dengan Bung Karno. Bukan saja secara pribadi, namun juga sebagai sesama negarawan. "Dia adalah presiden AS yang paling mengerti aku,"ujar Sukarno dalam buku Cindy Adams: Bung Karno Penyambung Lidah Rakjat Indonesia. Awal persahabatan dua lelaki flamboyan ini terjadi ketika pesawat B-26 milik pemberontak Permesta yang dikendalikan oleh intel CIA bernama Allen Pope tertembak di Pulau Morotai oleh pesawat pemburu Mustang AURI.

 Tertangkapnya Allen Pope membuat geger AS. Tuntutan rakyat AS terhadap pemerintahnya untuk membebaskan Allen semakin kuat hingga membuat pemerintah AS secara intensif melakukan berbagai lobi politik terhadap Jakarta. Hasil yang memuaskan baru dituai saat secara pribadi JFK menghubungi BK. Bahkan bukan hanya sekedar menghubungi, JFK pun mengundang BK untuk datang ke negaranya.

 Pada 1961, BK pun menjadi tamu resmi JFK. Saat di AS ini, BK diajak mengunjungi pabrik pesawat Lockheed di Burbank, California. Di sana Bung Karno JFK membantu proses pembelian 10 pesawat Hercules tipe B, terdiri dari 8 kargo dan 2 tanker, yang merupakan cikal bakal lahirnya armada Hercules bagi AURI (armada yang kelak ikut bertempur merebut Irian Barat). Bung Karno bisa membuat Amerika menghentikan embargo. Lalu menyuntik dana ke Indonesia.

 Kebijakan JFK yang selalu menggunakan politik merangkul terhadap negara-negara yang kritis terhadap AS menjadikan sebagian tokoh garis keras di CIA berang. Bukan rahasia lagi jika JFK memiliki hubungan yang kurang bagus dengan petinggi2 CIA. Entah ada hubungannya atau tidak, pada 1963 JFK tewas ditembak di Dallas. Terbunuhnya JFK, membuat kebijakan AS terhadap Indonesia kembali mengeras dan CIA kembali melancarkan aksinya untuk menyingkirkan BK. Ini adalah foto lawas President John F. Kennedy bersama putrinya Caroline Kennedy tengah bercanda dengan BK di South Lawn, White House, Washington, D.C. Sebuah peristiwa sejarah yang laik dikenang.

Sumber : Hendi Jo

Senin, 17 Juni 2013

TUGU PANCORAN 1967


Kemarin entah untuk ke berapa ribu kalinya saya lewat Tugu Pancoran. Lagi asyik menikmati suasana Jakarta Tanpa Macet, tiba-tiba sopir taksi yang lumayan sudah berumur kayaknya, nyeletuk: “Ga nyangka Pancoran jadi kayak gini, dulu di sini hutan karet, Pa,”katanya sambil menunjuk kawasan ke arah Jalan Gatot Soebroto yang sekarang menjadi rimba beton itu. Kami lalu jadi ngobrol-ngobrol tentang dunia jadoel, mulai jalur pasar minggu-pancoran yang rawan bajing loncat (sejenis rampok yang tiba-tiba berloncatan dari pohon-pohon sekitar jalan laiknya bajing atau tupai) hingga pengalaman dia diburu-buru Banser NU karena dia dituduh anggota Pemuda Rakyat (onderbouw PKI) sampai akhirnya ia terdampar di Batavia eh Jakarta. Pulang ke rumah, saya cari Pancoran tempo doeloe dan menemukan foto ini. Sepertinya gambar ini diambil dari arah Jalan MT.Harjono…Jalan ke sebelah kiri itu ke arah Pasar Minggu, lurus ke arah Gatsoe dan ke sebelah kanan jalan Saharjo ke arah Manggarai.Kalau keliru, mohon dikoreksi.

Sumber : Hendi Jo